Mursyid Bukan Badut Bersorban, tetapi Guru Hidup

Mursyid
MURSYID ADALAH GURU HIDUP - Mursyid atau guru mursyid adalah guru hidup yang kepadanya kita belajar dan dari beliau kita mendapatkan pemahaman tentang hakikat keesaan Allah 'azza wa jalla. Dalam mempelajari ilmu tauhid seorang murid atau salik mutlak mempunyai seorang mursyid atau seorang guru hidup. Melalui seorang guru tersebut Allah 'azza wa jalla akan membukakan tentang rahasia-rahasia tauhid dan kekuasaan-Nya kepada kita. Mursyid adalah guru yang benar-benar hidup dalam makna yang sesungguhnya, bukan iblis yang menyamar sebagai roh para wali atau apapun itu dan merasuk kedalam jasad manusia yang kemudian bertindak sebagai guru dengan berpura-pura sebagai roh Syeikh atau ulama dan sebagainya.

Kebanyakan dari kita banyak mengikuti ceramah-ceramah melaui media elektronik maupun media cetak. Tapi sayangnya kebanyakan ceramah-ceramah yang disampaikan oleh ustadz / ustadzah hanya bersifat umum saja dan terkadang mereka hanya lebih mementingkan segi hiburan untuk menghibur para jama'ahnya saja, sehingga terkesan tidak lebih dari seorang badut bersorban saja.

Proses pembelajaran yang seperti itu sangat berpotensi menimbulkan pemahaman yang sesat dan menyesatkan, karena pemahaman ilmu tauhid sifatnya sangat berbeda dengan pemahaman ilmu-ilmu lain yang jelas aplikasinya. Sedangkan ilmu tauhid bukan ilmu yang mempunyai aplikasi ibadah tersendiri, tetapi pemahamannya berada dalam setiap rangkaian ibadah yang dilaksanakan. Tanpa didasari dengan pemahaman tauhid yang benar, bisa saja ibadah tersebut justru menjadi dosa syirik yang tidak terampuni.

Setiap diri akan mencari dan terus mencari tentang hakikat dirinya dan hakikat tuhannya, karena semua itu merupakan sebuah refleksi dari ketidak berdayaan mahluk. Karena sekafir-kafirnya manusia pasti masih memiliki sedikit iman yang tersembunyi didalam sanubarinya. Bahkan seorang Fir'aun yang dengan sombong mempertuhankan dirinya tidak bisa serta merta dikatakan tidak memiliki keimanan kepada Allah 'azza wa jalla, akan tetapi karena pencariannay terhadap tuhan sesuai dengan tuntutan imannya tidak ditemukan, maka segenap kelebihan yang telah diberikan oleh Allah 'azza wa jalla kepadanya telah melemahkannya terhadap godaan-godaan nafsu yang dikendalikan iblis sehingga akhirnya dia mempertuhankan dirinya sendiri.

0 Response to "Mursyid Bukan Badut Bersorban, tetapi Guru Hidup"

Posting Komentar