Hakikat Awal Nur Muhammad

Muhammad
Hakikat awal Nur Muhammad - Mengkaji tentang hakikat Nur Muhammad pada umumnya dimulai dari kajian asal, yaitu ketika seluruh alam semesta belum ada dan belum satu makhlukpun yang diciptakan oleh Allah 'azza wa jalla. Pada saat itu yang ada hanyalah zat tuhan, satu-satunya zat yang ada dengan sifat ujud-Nya dan bersifat Qidam. Karena zat yang ujud-Nya bersifat Qidam tersebut pada saat itu hanya bersifat zat, maka pada saat itu Dia belum menjadi tuhan dan belum bernama Allah, karena kata Allah sendiri diperkenalkan dan digunakan oleh tuhan setelah ada makhluk yang akan menyembah-Nya, serta hakikat makna dari kata Allah itu sendiri berarti yang disembah oleh sesuatu yang lebih rendah dari-Nya.

Setelah itu barulah diciptakan Muhammad dalam ujud Nur atau cahaya yang diciptakan atauberasal dari Nur atau Cahaya Zat yang menciptakannya, yaitu Nur yang cahayanya terang benderang lagi menerangi (kemudian Nur tersebut difahami sebagai Nur Muhammad). Nur itulah yang kemudian mensifati atau memberikan sifat akan Zat, yaitu sifat Ujud yang berati ada dan mustahil bersifat tidak ada karena sudah ada yang mengatakan ada atau mengadakan, yaitu Nur Muhammad.

Setelah Nur Muhammad diciptakan dari Nur atau Cahaya Zat-Nya, maka selanjutnya Nur Muhammad itu merupakan bagian yang tidak terpisahkan keberadaannya dengan Zat, karena dengan Nur Muhammad itulah Zat melahirkan semua sifat yang disifati-Nya. Hubungan Nur Muhammad dengan Zat Tuhan adalah hubungan yang tidak dapat dipisahka, dimana Allah berada disitu Nur Muhammad berada, ketika Allah disebut maka disitu pula nama Muhammad menyertai-Nya, seperti dalam kalimat tauhid "Laa Ilaaha Illallah, Muhammad Rasuulullah".
Ibarat api dengan panasnya, dimana api berada maka disana pula panasnya berada, dimana Zat berada disana pula Nur Muhammad berada. Tidak akan dikatakan api apabila tidak terasa panas, dan ketika api disentuh maka sebenarnya yang tersentuh hanyalah panasnya saja, dan ketika terasa panasnya api pada hakikatnya yang dirasakan adalah api itu sendiri. Sehingga untuk memudahkan pemahaman, kita ibaratkan api adalah Zat dan panas adalah Nur Muhammad yang menjadi sifat yang tidak bisa dipisahkan dari api.

Sebagai contoh lain mari kita coba fahami melalui konsep laut dan gelombang. Tidaklah dikatakan itu laut kalau tidak bergelombang, karena gelombang (ombak) itu adalah sifat daripada laut. Dimana ada laut maka disana akan ada gelombangnya, sedangkan ombak tidak akan berguncang atau bergerak apabila laut tidak menggoncangnya, karena gelombang itu adalah laut yang berguncang. Ketika kita memandang laut, maka yang tampak adalah gelombangnya, dan ketika mata kita memandang gelombang pada hakikatnya yang kita pandang adalah laut. Silahkan anda pahami dahulu kajian kali ni agar anda lebih mudah untuk memahami kajian selanjutnya. Baca juga artikel tentang syariat, thariqat, hakikat dan ma'rifat utnuk menambah wawasan kajian tauhid anda.

0 Response to "Hakikat Awal Nur Muhammad"

Posting Komentar